Rofifa Rif'at Alkausar
Pend. Luar Biasa
SNMPTN
Apa hubungannya Full Day School
dengan Kondisi Pendidikan di Indonesia?
Di
Indonesia sudah menjadi hal yang biasa jika terjadi pergantian Menteri
Pendidikan berganti pula kurikulum pembelajaran. Seperti yang terjadi baru-baru
ini, Bapak Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru saja dilantik
pada 27 Juli 2016 mengusulkan Full Day
School yang menjadi pro dan kontra bagi masyarakat Indonesia terutama di
kalangan pelajar. Menurut Bapak Muhadjir tentang Full Day School, "Dengan
sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan terbangun
karakternya dan tidak menjadi 'liar' diluar sekolah ketika orang tua mereka
masih belum pulang dari kerja". Betapa mirisnya kondisi pendidikan
sekarang, saat kita diberikan jalan agar siswa melakukan hal positif lebih
banyak malah ditentang banyak siswa. Full Day School bukan semata-mata menambah
jam pelajaran yang membuat siswa stress karena dari pagi sampai sore hanya
belajar saja. Tetapi kegiatan Full Day School diisi dengan kegiatan keagamaan,
ekstra kulikuler, dan hal-hal yang menyenangkan. Lagipula jika sekolah
menerapkan Full Day School siswa tidak terbebani dengan Pekerjaan Rumah atau
PR. Dengan tidak adanya PR setelah pulang sekolah siswa bisa berkumpul dengan
keluarga lebih lama.
Lalu
dengan adanya kegiatan keagamaan membuat akhlak siswa menjadi lebih baik. Para siswa
bisa mendekatkan diri pada Tuhan YME. Sehingga tidak akan ada perilaku
menyimpang dari siswa. Tidak ada lagi tawuran yang membahayakan nyawa orang
lain dan diri sendiri. Tidak ada pergaulan bebas yang sedang menjadi tren
dikalangan remaja. Yang mana seks bebas, memakai obat-obatan terlarang,
terbentuknya geng adalah hal yang dianggap lumrah. Padahal dengan banyaknya
siswa yang melakukan hal tersebut, generasi bangsa akan semakin berkurang. Bayangkan
saja setiap harinya banyak siswa perempuan yang meninggal karena hamil di luar
nikah dan memutuskan untuk aborsi. Lalu pemakaian obat terlarang yang hanya
membuat rusak tubuh. Terbentuknya geng dengan syarat anggota baru harus
menyerahkan 1 motor hasil begal. Betapa mirisnya keadaan Indonesia sekarang ini
Hal
itulah yang membuat Mendikbud periode ini memberikan jalan agar generasi
sekarang bisa menjadi generasi yang berguna di masa depan. Dan karena hal itu
saya setuju dengan adanya Full Day School mengapa demikian? Karena kondisi
pendidikan di Indonesia butuh perubahan, pendidikan bukan hanya belajar tentang
ilmu pengetahuan, bukan hanya mengejar nilai tapi pendidikan agama, pendidikan
kepribadian sangatlah penting. Kita pikir saja apakah rumah akan berdiri jika
tidak ada pondasi? Mungkin bisa namun akan mudah roboh seperti itulah
pendidikan tanpa landasan agama yang kuat. Mungkin itu yang terjadi pada para pejabat
yang tidak bertanggung jawab. Dengan pemikiran yang cemerlang, ide-ide kreatif
tetapi hal tersebut digunakan untuk meraup kentungan dengan cara yang tidak
halal apalagi kalau bukan Korupsi dan Suap. Itulah hal yang perlu diberantas
sedari dini. Dari sekarang dimulai dari pendidikan paling awal, serta nilai-nilai
agama yang harus dilaksanakan sekecil apapun.
Disini
saya juga igin berpendapat bahwa pendidikan di Indonesia harus di benahi agar
di masa yang akan datang tidak ada lagi pejabat yang seenaknya berkuasa, tidak
ada guru yang menganiaya atau dianiaya siswa. Tidak ada oknum pembuat bocoran
soal-soal yang meresahkan, tidak ada siswa yang bergantung pada bocoran atau
kunci jawaban. Ini juga menjadi PR untuk diri saya sendiri, bgaimana saya harus
membuktikan pedapat saya tidak hanya bicara seenaknya tapi saya juga harus
merubah diri sendiri. Oleh karena itu dengan adanya Full Day School semoga bisa
merubah kondisi pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, bisa menghasilkan
generasi-generasi penerus bangsa yang cemerlang dan berakhakul karimah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar