Jumat, 19 Agustus 2016


Rofifa Rif'at Alkausar
Pend. Luar Biasa
SNMPTN




Apa hubungannya Full Day School dengan Kondisi Pendidikan di Indonesia?

Di Indonesia sudah menjadi hal yang biasa jika terjadi pergantian Menteri Pendidikan berganti pula kurikulum pembelajaran. Seperti yang terjadi baru-baru ini, Bapak Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru saja dilantik pada  27 Juli 2016 mengusulkan Full Day School yang menjadi pro dan kontra bagi masyarakat Indonesia terutama di kalangan pelajar. Menurut Bapak Muhadjir tentang Full Day School, "Dengan sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi 'liar' diluar sekolah ketika orang tua mereka masih belum pulang dari kerja". Betapa mirisnya kondisi pendidikan sekarang, saat kita diberikan jalan agar siswa melakukan hal positif lebih banyak malah ditentang banyak siswa. Full Day School bukan semata-mata menambah jam pelajaran yang membuat siswa stress karena dari pagi sampai sore hanya belajar saja. Tetapi kegiatan Full Day School diisi dengan kegiatan keagamaan, ekstra kulikuler, dan hal-hal yang menyenangkan. Lagipula jika sekolah menerapkan Full Day School siswa tidak terbebani dengan Pekerjaan Rumah atau PR. Dengan tidak adanya PR setelah pulang sekolah siswa bisa berkumpul dengan keluarga lebih lama.
Lalu dengan adanya kegiatan keagamaan membuat akhlak siswa menjadi lebih baik. Para siswa bisa mendekatkan diri pada Tuhan YME. Sehingga tidak akan ada perilaku menyimpang dari siswa. Tidak ada lagi tawuran yang membahayakan nyawa orang lain dan diri sendiri. Tidak ada pergaulan bebas yang sedang menjadi tren dikalangan remaja. Yang mana seks bebas, memakai obat-obatan terlarang, terbentuknya geng adalah hal yang dianggap lumrah. Padahal dengan banyaknya siswa yang melakukan hal tersebut, generasi bangsa akan semakin berkurang. Bayangkan saja setiap harinya banyak siswa perempuan yang meninggal karena hamil di luar nikah dan memutuskan untuk aborsi. Lalu pemakaian obat terlarang yang hanya membuat rusak tubuh. Terbentuknya geng dengan syarat anggota baru harus menyerahkan 1 motor hasil begal. Betapa mirisnya keadaan Indonesia sekarang ini
Hal itulah yang membuat Mendikbud periode ini memberikan jalan agar generasi sekarang bisa menjadi generasi yang berguna di masa depan. Dan karena hal itu saya setuju dengan adanya Full Day School mengapa demikian? Karena kondisi pendidikan di Indonesia butuh perubahan, pendidikan bukan hanya belajar tentang ilmu pengetahuan, bukan hanya mengejar nilai tapi pendidikan agama, pendidikan kepribadian sangatlah penting. Kita pikir saja apakah rumah akan berdiri jika tidak ada pondasi? Mungkin bisa namun akan mudah roboh seperti itulah pendidikan tanpa landasan agama yang kuat. Mungkin itu yang terjadi pada para pejabat yang tidak bertanggung jawab. Dengan pemikiran yang cemerlang, ide-ide kreatif tetapi hal tersebut digunakan untuk meraup kentungan dengan cara yang tidak halal apalagi kalau bukan Korupsi dan Suap. Itulah hal yang perlu diberantas sedari dini. Dari sekarang dimulai dari pendidikan paling awal, serta nilai-nilai agama yang harus dilaksanakan sekecil apapun.
Disini saya juga igin berpendapat bahwa pendidikan di Indonesia harus di benahi agar di masa yang akan datang tidak ada lagi pejabat yang seenaknya berkuasa, tidak ada guru yang menganiaya atau dianiaya siswa. Tidak ada oknum pembuat bocoran soal-soal yang meresahkan, tidak ada siswa yang bergantung pada bocoran atau kunci jawaban. Ini juga menjadi PR untuk diri saya sendiri, bgaimana saya harus membuktikan pedapat saya tidak hanya bicara seenaknya tapi saya juga harus merubah diri sendiri. Oleh karena itu dengan adanya Full Day School semoga bisa merubah kondisi pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, bisa menghasilkan generasi-generasi penerus bangsa yang cemerlang dan berakhakul karimah.